Dua partai klasik tercipta di semifinal Liga Champions tahun ini, Bayern Munich kontra Real Madrid dan Chelsea menjajal sang juara bertahan Barcelona.
Bayern Munich akan menjadi tuan rumah partai final pada 19 Mei, tapi untuk sampai kesana, juara empat kali ini harus melewati satu-satunya tim yang telah merengkuh sembilan gelar Eropa, Real Madrid.
Leg pertama di kandang Bayern digelar 17 April, lalu di Santiago Bernabeu delapan hari kemudian. Dari sekian pertemuan keduanya sepanjang sejarah kejuaraan, dua di antaranya adalah semifinal beruntun 1999/00 serta 2000/01, di mana Madrid memenangi yang pertama dan Bayern yang kedua. Tahun itu, mereka bergiliran mengangkat trofi.
Juara bertahan Barcelona menyingkirkan AC Milan sebelum dihadapkan dengan Chelsea di semifinal. Keduanya bentrok di babak ini pada tahun 2009. Ketika itu, Barcelona lolos dengan dengan keunggulan gol away, seri 1-1 di London setelah bermain tanpa gol di Camp Nou, dan meraih trofi Eropa ketiganya.
Leg pertama akan dimainkan di Stamford Bridge pada 18 April sebelum penentuan di Camp Nou enam hari sesudahnya.
Jadwal semifinal
Bayern vs Madrid: 17 dan 25 April
Chelsea vs Barcelona: 18 dan 24 April.
Catatan head-to-head Bayern vs Madrid
2006/07 UEFA Champions League babak 16 besar
Real Madrid 3-2 Bayern Munich
Bayern Munich 2-1 Real Madrid (agg 4-4, Bayern menang gol away)
Bayern dikalahkan AC Milan di perempat final
2003/04 UEFA Champions League babak 16 besar
Bayern Munich 1-1 Real Madrid
Real Madrid 1-0 Bayern Munich (agg 2-1)
Madrid dikalahkan AS Monaco di perempat final
2001/02 UEFA Champions League perempat final
Bayern Munich 2-1 Real Madrid
Real Madrid 2-0 Bayern Munich (agg 3-2)
Madrid kalahkan Bayer Leverkusen di final
2000/01 UEFA Champions League semifinal
Real Madrid 0-1 Bayern Munich
Bayern Munich 2-1 Real Madrid (agg 3-1)
Bayern kalahkan Valencia di final
1999/2000 UEFA Champions League semifinal
Real Madrid 2-0 Bayern Munich
Bayern Munich 2-1 Real Madrid (agg 2-3)
Madrid kalahkan Valencia di final
1999/2000 UEFA Champions League fase grup kedua
Real Madrid 2-4 Bayern Munich
Bayern Munich 4-1 Real Madrid
1987/88 European Champion Clubs' Cup perempat final
Bayern Munich 3-2 Real Madrid
Real Madrid 2-0 Bayern Munich (agg 4-3)
Madrid dikalahkan PSV Eindhoven di semifinal
1986/87 European Champion Clubs' Cup semifinal
Bayern Munich 4-1 Real Madrid
Real Madrid 1-0 Bayern Munich (agg 2-4)
Bayern dikalahkan FC Porto di final
1975/76 European Champion Clubs' Cup semifinal
Real Madrid 1-1 Bayern Munich
Bayern Munich 2-0 Real Madrid (agg 3-1)
Bayern kalahkan Saint-Étienne di final
Catatan head-to-head Chelsea vs Barcelona
2008/09 UEFA Champions League semifinal
Barcelona 0-0 Chelsea
Chelsea 1-1 Barcelona (agg 1-1, Barcelona menang gol away)
Barcelona kalahkan Manchester United di final
2006/07 UEFA Champions League fase grup
Chelsea 1-0 Barcelona
Barcelona 2-2 Chelsea
Chelsea dikalahkan Liverpool di semifinal; Barcelona dikalahkan Liverpool di babak 16 besar
2005/06 UEFA Champions League babak 16 besar
Chelsea 1-2 Barcelona
Barcelona 1-1 Chelsea (agg 3-2)
Barcelona kalahkan Arsenal di final
2004/05 UEFA Champions League babak 16 besar
Barcelona 2-1 Chelsea
Chelsea 4-2 Barcelona (agg 5-4)
Chelsea dikalahkan Liverpool di semifinal
1999/2000 UEFA Champions League perempat final
Chelsea 3-1 Barcelona
Barcelona 5-1 Chelsea (ext, agg 6-4)
Barcelona dikalahkan Valencia di semifinal.
Kamis, 05 April 2012
BENFICA : CHELSEA TAK PANTAS HADAPI BARCA
LONDON – Masih seputar kekecewaan pembesut Benfica – Jorge Jesus, usai timnya
disingkirkan Chelsea di babak perempat
final Liga Champions. Hasilnya, Benfica gagal
ke semi final dan urung bertemu Barcelona.
Padahal, dianggap Jesus, timnya-lah yang
layak menghadapi Lionel Messi cs.
Jesus pun terang-terangan menyebut
Chelsea takkan punya kesempatan sama
sekali untuk menang atas Los Cules di 180
menit dua kali semi final. Jesus menilai,
hanya Benfica yang pantas dan punya kans
untuk mengeliminasi sang juara bertahan.
“Kami pernah mengalahkan tim yang lebih
baik dari Chelsea di Liga Champions,” papar
pelatih berusia 57 tahun itu sebagaimana
disitat Goal, Kamis (5/4/2012).
“Saat anda mencapai perempat final,
segalanya masih terbilang mungkin, tapi
Chelsea takkan punya kesempatan melawan
Barcelona. Kami-lah yang seharusnya dan
layak melawan Barca,” cetusnya lagi.
Dalam dua laga yang dijalani Benfica
melawan Chelsea, tak sekalipun mantan
punggawa Sporting Lisbon itu bisa berdecak
kagum dan memuji permainan The Blues.
Bahkan ketika Benfica harus bermain
dengan 10 orang – usai Maxi Pereira diusir lapangan, Benfica masih dinilai lebih baik
dari tim asal London Barat itu.
“Kami lebih baik dari Chelsea, baik ketika
bermain di Lisbon maupun di sini (London).
Kami tidak kalah dalam pertandingan ini
hanya karena mereka lebih baik,”
sambungnya.
“Bahkan dengan 10 pemain, kami selalu
menjadi tim yang lebih baik dari mereka.
Padahal sebelumnya, kami masih punya
keyakinan bisa membalikkan kedudukan.
Tapi kami hanya punya sedikit waktu untuk
mencetak gol kedua,” lanjut Jesus.
“Kami sempat terkejut oleh gol di menit-
menit akhir karena kami harus berani
mengambil risiko (untuk keluar menyerang)
yang harus kami jalani karena kalah di
kandang,” tutupnya.[okezone]
Langganan:
Postingan (Atom)